header-int

HMPS SPI FUAH SUKSES ADAKAN ACARA DIES MAULIDIYAH SPI KE-5 DAN SEMINAR NASIONAL

Selasa, 25 Feb 2020, 14:39:13 WIB - 115 View
Share
HMPS SPI FUAH SUKSES ADAKAN ACARA DIES MAULIDIYAH SPI KE-5 DAN SEMINAR NASIONAL

Jember- Minggu, 23 Februari 2020 Himpunan Mahasiswa Program studi Sejarah Peradaban Islam Fakultas Ushuluddin, Adab dan Humaniora sukses melaksanakan Dies Maulidiyah dan Seminar Nasional. Acara yang dimulai dari pukul 07.00 pagi ini diselengarakan di Gedung Kuliah Terpadu (GKT) IAIN Jember ini mengusung tema Djember adalah Pandhalungan . acara ini merupakan realisasi dari rencana program kerja HMPS SPI periode 2019-2020 dan mempercayakan kesuksesan acara ini kepada Muhammad Adib sebagai ketua panitia. 
Sambutan menjadi acara inti sebelum seminar dilaksanakan. Tercatat ketua HMPS sangat antusias saat menyampaikan tentang penyebab mengapa Djember adalah Pandhalungan menjadi tema yang diangkat pada kegiatan tahun ini. “tema Djember adalah Pandhalungan ini kami ambil untuk mengenalkan bahwa Jember adalah budaya pandhalungan yang sesuai dengan daerahnya.” Ungkap laki-laki yang biasa dipanggil Tataq ini.
Ketua panitia pun turut menyampaikan rasa bangga bisa diberi amanah untuk melaksanakan acara yang luar biasa ini. “Selama ini, FUAH yang terkenal sedikit mahasiswanya namun mampu mendatangkan narasumber hebat seperti KH Agus Sunyoto, kami harapkan prodi-prodi yang lain dapat mengikuti jejak kegiatan seperti ini”. Ujarnya dengan wajah yang berbinar. 
Kepala Program Studi Sejarah peradaban Islam, Akhiyat juga turut hadir dan menyampaikan pesan-pesan untuk menghidupkan kebudayaan di daerah masing-masing. “Karena kebudayaan adalah peninggalan para leluhur kita yang begitu luar biasa, Sehingga kita harus bangga dan mampu menjaganya agar dapat memberikan manfaat.” Terangnya.
Apresiasi luar biasa juga disampaikan oleh Dekan FUAH, Khusna Amal. Menurutnya topik yang diangkat kali ini cukup keren, dimana sejarah dan budaya lokal menjadi satu unsur yang memang harus diangkat. “ Djember adalah pandhalungan merupakan identitas kota Jember yang sudah dipilih sebagai khazanah yang pas sebagai tema yang diangkat pada pagi hari ini.” Selain itu.
Sebelum sseminar dimulai, acara potong tumpeng sebagai tanda bahwa prodi SPI telah bertambah usia menjadi meriah saat diiringi dengan penampilan Jam’iyah Shalawat mahasiswa dari Prodi SPI Ashhabur Rosul. Seminar Nasional pun dimulai setelah acara hiburan berupa penampilan kesenian oleh Komunitas Gubuk Poestaka Ndhalung. Mereka menyajikan musik patrol dan can-macanan kaddhu’ yang merupakan salah satu budaya ndhalung.
Sebagai narasumber pertama, Dr. Ilham Zoebazary Mengatakan bahwa pandhalungan ini berasal dari akulturasi beberapa budaya dan perlu dikenalkan kepada anak-anak muda untuk memahami tentang hal tersebut. Pandhalungan sendiri telah digunakan untuk mengenalkan tempat, masakan, budaya dan lain sebagainya. “Pandhalungan dipengaruhi tiap-tiap wilayah masing-masing dan pandhalungan sendiri terbagi menjadi 3 wilayah yaitu pandhalungan barat, timur dan selatan.” Jelasnya.
Dipercaya sebagai narasumber kedua, KH Agus Sunyoto, M.Pd. “Jember yang kita kenal adalah pecahan dari mojopahit. Di daerah Jember, tepatnya di lembah Gunung Raung menemukan fosil manusia kuno tetapi tidak dipublikasi dikarenakan fosil yang ditemukan bertaring panjang. Karena para peneliti ketakutan akhirnya ditutup.” Ucapnya.
Diceritakan pula bahwa ulama yang ada di Nusa Tenggara dari Giri dan Blambangan sendiri masih belum islam pada waktu itu. Lebih lanjut beliau menjelaskan bahwa Pandhalungan adalah orang-orang pelarian dari mataram yang eksodus ke wilayah selatan yang berbahasa jawa kemudian menikah dengan suku Madura, Bahasa yang dari jawa kuno justru berasal dari bahasa madura buka jawi kulon contoh “Bhinneka Tunggal Ika” yang berasal “Benni Neka Tunggelle Neka” bukan yang ini yang satu ini.  
Seminar berlangsung interaktif saat sesi diskusi dibuka oleh moderator. Acara ini pun diakhiri dengan pertunjukan oleh mahasiswa SPI berupa Tari Pandhalungan yang disajikan dengan cukup apik dan kompak. (Humas).

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2020 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube