header-int

PRODI BSA DAN ILHA SUKSES BERKOLABORASI ADAKAN SEMINAR NASIONAL BERTAJUK KAJIAN HADIS DAN SASTRA ISL

Selasa, 03 Mar 2020, 17:50:11 WIB - 249 View
Share
PRODI BSA DAN ILHA SUKSES BERKOLABORASI ADAKAN SEMINAR NASIONAL BERTAJUK KAJIAN HADIS DAN SASTRA ISL

Jember- pagi hari ini, selasa, 3 maret 2020 gedung kuliah terpadu (GKT) lantai 3 penuh sesak dengan para peserta yang antusias mengikuti seminar nasional dengan tema "Agama dan Sastra untuk Kemajuan Bangsa". 
Seminar nasional yang menghadirkan Habiburrahman El-Shirazy ini sukses menghipnotis Ratusan Mahasiswa dan Dosen untuk mendaftar sebagai peserta. Terlihat 99% dari total 1000 kursi yang dipersiapkan oleh panitia telah terisi penuh. 

Dibuka dengan apik oleh Qomariyah dengan Tadimul Qishosh, memainkan karya kang abiek dengan 2 peran sekaligus menggunakan bahasa Arab, Mahasiswi BSA semester 4 ini sukses menyajikan penampilan drama yang menarik dan membuat semua mata tertuju pada aksinya. 

Acara yang dipandu oleh Mila Amalia Putri (BSA/6) dan Yuswandi (BSA/4) ini dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran yang dibacakan oleh Umarul Faruq dari prodi IAT ini juga di hadiri Hasbi Sen sebagai narasumber kedua setelah Dr. Kasman pada sesi diskusi dengan tema "perkembangan kajian Hadis di Indonesia dan Turki. 

Safrudin Edi Wibowo, ketua panitia sekaligus ketua program studi Bahasa dan Sastra Arab Fuah IAIN Jember memberikan sambutannya dengan ucapan terimakasih kepada semua pihak yang telah bekerja sama dengan baik untuk pelaksanaan acara ini. Ucapan permohonan maaf juga menjadi pengiring atas kemungkinan adanya kekurangan pada pelaksanaan acara ini juga disampaikan oleh teman sekamar dari kang Abik selama di Kairo ini. 

Dekan menyampaikan sambutannya yang mengapresiasi terhadap semua pihak dalam usaha mensukseskan acara seminar nasional pada pagi hari ini. "Saya juga berharap agar setelah mengikuti kegiatan ini, semua peserta semakin terdorong untuk aktif menulis dan mengkaji ilmu keislaman khususnya dalam bidang Hadis dan Sastra sebagaimana tema seminar nasional kali ini." 
harapnya. 

Acara secara resmi dibuka oleh Warek 3, Dr. Hepni sebagai perwakilan dari Rektor yang berhalangan hadir pada hari ini. Sebelum meresmikan beliau menyatakan bahwa karya Kang Abik, panggilan Akrab Habiburrahman El shirazy merupakan salah satu karya favoritnya, terutama pada novel Ayat-ayat Cinta 1. "Yang paling menarik adalah saat dimana Fakhri harus berbagi hati dengan menduakan cinta Aisyah." Ujarnya yang kemudian mengundang gelak tawa peserta. 
Setelah acara seremonial ditutup dengan doa yang disampaikan oleh Kaprodi Ilha, Ustadz Mawardi. Acara berikutnya dilanjutkan dengan penyerahan hadiah kepada para pemenang resensi buku karya Said Nursi yang sekaligus diundang maju ke depan panggung untuk menerima hadiah. 

Seminar Nasional kemudian dimulai dengan mempercayakan Ahmad Badrus Sholihin,Dosen BSA, sebagai moderator. Hasbi Sen dan Dr. Kasman diberi kesempatan untuk mengisi sesi pertama. 
Membicarakan hadis, Kasman yang merupakan Wadek 2 FUAH IAIN JEMBER menjelaskan tentang perkembangan hadis di Indonesia. "Perkembangan ilmu Hadis di Indonesia sebenarnya baru muncul pada abad ke-17, sempat mandek selama satu setengah abad, baru kemudian akhir-akhir ini kajian hadis kembali digemari sejak adanya pemisahan antara Prodi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir dengan Ilmu Hadis pada Fakultas Ushuluddin sekitar pada tahun 2012" Terangnya 

Kasman juga menukil pendapat Ramli 'Abdul Wahid bahwasannya ada beberapa faktor yang menyebabkan kajian hadis di Indonesia tidak berkembang, salah satunya adalah keharusan bermadzhab dalam beragama. Sedikitnya jumlah orang yang ahli di bidang Hadis serta kurangnya literatur yang mendukung juga menjadi momok besar dalam perkembangan kajian hadis di Indonesia. 

Hasbi Sen sebagai Narasumber kedua dalam tema kajian hadis ini membuka diskusinya dengan memaparkan biografi said nursi dan kenapa sampai digelari badiuzzaman. Lalu beliau menjelaskan bahwa Said Nursi memiliki metode ketika melihat hadis-hadis yang mutasyabihat. "Misalnya pada hadis tentang Dajjal, Nursi menjelaskan bahwa makna Dajjal disini di ta'wil dengan Komunisme." Ungkap Pria berdarah Turki ini. 

Pada sesi berikutnya, Kang Abik berhasil menghipnotis para peserta dengan Menyampaikan materi sastra Islam lahir bebarengan dengan turunnya Wahyu kepada Rasul Saw. "Sastra Islam masuk ke Nusantara ini bersamaan dengan masuknya Islam ke negeri ini." Terang novelis no.1 di Indonesia ini. 

Lelaki yang merupakan lulusan Al-Azhar, Kairo ini juga memberikan tips agar bisa menjadi penulis yang baik. Diantaranya adalah niat yang kuat dan percaya diri. "Ketika kita sudah menemukan ide, maka jangan menunda.  Karena semakin sering menulis maka kemampuan kita pasti akan bertambah dengan sendirinya." Ungkapnya. 

Pada akhirnya sesi tanya jawab dan foto bersama menjadi penutup dari acara yang berakhir sekitar pukul 12.00 siang ini. (Humas) 

Unidha Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember.
Sebagai Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri terkemuka di wilayah tapalkuda, IAIN Jember terus berbenah untuk menjadi Universitas Islam Negeri pertama di wilayah tapalkuda. Berbagai sarana dan prasana pendidikan , Mahad dan Gedung Dosen yang megah telah telah di resmikan oleh Menteri Agama RI di awal tahun 2017
© 2020 INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER Follow INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI JEMBER : Facebook Twitter Linked Youtube